Kamis, 27 Oktober 2016

Mitos Seputar Hipnotis yang Masih di Yakini

Mitos 1: setelah saya di hipnotis, saya tidak akan sanggup bangun sendiri
Fakta: hipnotis merupakan proses yang natural dan sangat alamiah yang bisa di jelaskan lewat penelitian para ahli medis yang pakar di bidangnya. Penggunaannya dalam bidang medis juga sangat banyak, Hipnoterapi salah satu ilmu yang di gunakan untuk menyembuhkan orang dengan hipnotis.Kebanyakan orang mengira jika hipnotis sama halnya dengan lepasnya ruh dari tubuh kita, padahal itu tidak benar. Hipnotis merupakan proses yang tidak melibatkan hal hal supranatural dan jika seseorang mengalami kondisi bahaya, orang tersebut bangun sendiri dengan natural seperti sediakala ketika sebelum di hipnotis (silahkan baca: Apakah Orang yang di Hipnotis Bisa Bangun Sendiri?).
Mitos 2: saya belum pernah memasuki hipnotis sebelumnya
Fakta: Setiap orang secara alami memasuki alam bawah sadar setidaknya 2 kali dalam sehari, yaitu malam sebelum tidur dan pagi setelah bangun tidur. Hipnotis di alami siapa saja tanpa di sadari seperti menonton film, menonton TV, mengendarai kendaraan, dan sebagainya yang kita sangat fokus dan terbawa emosi terhadap apa yang kita lihat. Jadi sebenarnya kita sangat sering mengalami kondisi hipnotis namun tidak di sadari. Pernahkah anda menonton film yang mendorong emosi anda? contohnya ketika dalam film ada adegan sedih, perasaan anda entah kenapa menjadi sedih padahal ada tidak mengalami kondisi sedih yang sebenarnya. dan di balik itu sebenarnya anda tau bahwa film tersebut hanya akting belaka. Pada kondisi seperti ini sebenarnya anda memasuki kondisi hipnotis dan seringali mengabaikan lingkungan sekitar seperti tidak merespon panggilan seseorang dsb.
Mitos 3: Hipnotis merupakan pengobatan yang ajaib
Fakta: hipnotis memang relatif sangat cepat dalam menanamkan kemajuan pada diri seseorang. Namun perlu di ingat kecepatan dalam kemajuan seseorang tergantung dari banyak hal seperti keadaan pikiran, nilai dasar, dan banyak sistem di dalam pikiran yang mempengaruhinya.
Seseorang yang sangat ingin sembuh terhadap suatu masalah yang di deritanya akan sangat mudah sembuh karena ia benar benar ingin sembuh. Berbeda dengan orang yang memiliki masalah, namun tidak begitu bertekat untuk mengatasi masalahnya tersebut, maka orang yang pertama akan mudah berhasil dan orang yang kedua akan sulit bahkan bisa tidak mungkin di jalankan. Jadi berhati hatilah kepada orang orang yang mengklaim keberhasilan dengan waktu yang sangat cepat.
Mitos 4: Hipnotis dapat membuat orang mengaku
Fakta: Sesi hipnotis merupakan sesi yang bersifat individu, privat dan rahasia. Hipnoterapi belum dapat di gunakan di pegadilan. Hipnotis bukan alternatif untuk mendeteksi kebhongan. Memang hipnotis dapat di gunakan untuk mengetahui (secara garis besar) apakah seseorang mengatakan sesuatu dengan benar atau tidak. Hipnotis juga tidak bisa di gunakan untuk memaksa seseorang untuk mengatakan “yang sebenarnya” atau mengakui sesuatu.
Banyak sekali penayangan hipnotis di televisi bertajuk “hipnotis untuk memaksa seseorang mengaku”. Tidak ada seorangpun yang dapat mempengaruhi seseorang dalam hipnotis jika seseorang tidak ingin di hipnotis. Karena kendali hipnotis yang sebenarnya terletak pada suyet atau sukarelawan/ orang yang di hipnotis. Jika seorang hipnotist memberikan sugesti, sugesti tadi tidak akan di terima jika bertentangan dengan nilai dasar. Jika seseorang meyakini akan aib atau sesuatuhal yang sangat rahasia sedangkan orang lain tidak ia izinkan untuk di beri tahu, maka pengakuan dalam sesi hipnotis tidak dapat di lakukan. hipnotis yang di tayangkan di televisi adalah stage hipnotis yang gunanya hanya untuk hiburan semata.
Mitos 5: saya kehilangkan sensitifitas saya ketika di hipnotis, dan saya tidak dapat mengingat kejadian setelahnya
Fakta: hipnotis tidak sama dengan tidur, lebih tepatnya dalam kondisi seperti tidur. Hal ini di buktikan gelombang otak orang yang tertidur lebih rendah dari orang yang di hipnotis. Dengan demikian, ketika seseorang yang di hipnotis akan tetap mendengar suara, dan merasakan sekelilingnya. Beberapa kasus orang orang justru mengaku sensitifitas mereka menjadi lebih tajam berupa fokus dan konsentrasi.
Jika seseorang mengalami lupa apa yang di lakukannya selama hipnotis berlangsung, hal tersebut akan mudah di ingat kembali dengan beberapa proses tertentu.
Mitos 6: Saya tidak dapat di hipnotis
Fakta: keyakinan umum yang biasa muncul pada masyarakat ini, terbukti salah. Yang membedakan seseorang dengan orang laih adalah waktu yang di butuhkan. Ada orang yang membutuhkan waktu relatif lama dan ada pula yang relatif cepat. Ada banyak faktor yang menentukan antara lain stres, faktor gangguan mental, dan gangguan pencaindra( kemampuan bicara atau pendengaran) maupun masalah intelektual( keterbelakangan mental, dll)
Sebenarnya semua orang dapat di hipnotis oleh orang lain selagi tidak memiliki keterbatasan untuk melakukan hal tersebut. Kegagalan yang di lakukan seorang pemula pada sukarelawan saat sesi hipnotis menimbulkan keyakinan pada sukarelawan jika dirinya tidak dapat di hipnotis. Seperti yang sering di singgung pada artikel sebelumnya bahwa keyakinan atau kepercayaan diri menjadi tolak ukur keberhasilan dalam melakukan hipnotis.
Mitos 7: Orang bodoh mudah di hipnotis
Fakta: orang orang yang memiliki intelektual yang tinggi justru mudah di hipnotis karena mereka biasanya memiliki kemampuan bahasa yang baik dan memiliki fokus dan kosentrasi yang baik sehingga memudahkan orang seperti ini untuk di hipnotis. Orang yang pintar biasanya selalu mengasah kemampuan berfikir melalui membaca atau menyelesaikan masalah sehingga tingkat kosentrasi yang tinggi yang akan memudahkan hipnotis. Orang yang kurang pintar seringkali memiliki pembendaharaan bahasa yang lebih sedikit di banding orang yang memiliki intelektual yang tinggi selain itu mereka memiliki fokus dan kosentrasi yang kurang baik sehingga sulit untuk melakukan induksi. Tetapi bukan berarti orang yang bodoh tidak dapat di hipnotis, hipnotis dapat di lakukan orang yang memiliki intelektual yang rendah bahkan benyak orang orang yang sembuh dari gila karena hipnotis.
Mitos 8: self hypnosis lebih aman dari pada di pandu
Banyak yang menyangka jika menghipnotis diri sendiri akan jauh lebih aman di bandingkan dengan hipnotis yang di lakukan orang lain karena kita sendirilah yang lebih tau tentang diri kita sendiri. Namun, penghipnotist sebenarnya akan menanyakan beberapa pertanyaan sebelum hipnotis di lakukan untuk medapatkan data yang di inginkan agar sugesti mudah di lakukan. dengan demikian jika saja terjadi kesalahan dalam hipnotis, seorang hipnotist akan segera menyemuhkan dan jika ada kesalahan yang di lakukan dalam hipnotis diri sendiri, cenderung orang tersebut tidak berani untuk melakukannya kembali karena khawatir akan memperburuk situasi. Self hipnotis bisa berbahaya jika tidak pernah di ajarkan oleh seorang profesional (baca: Berbahayakah hipnotis). Bahaya yang di timbulkan seperti munculnya kebiasaan buruk atau kepercayaan yang salah terhadap sesuatu hal, dengan demikan dapat membuat stres dalam jangka panjang. Hipnotis atau hipnoterapi dapat mengakses pikiran bawah sadar lebih dalam dari pada melakukan self hipnotis. Terkadang sistem kepercayaan kita seringkali menghambat proses hipnotis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar